Kang Ujro, Tokoh Muda Kharismatik Berpotensi Menjadi Bupati KBB

  • Whatsapp

DR. H. UJANG ROHMAN, M.AG, CPM –sering disapa Kang Ujro– dipandang sebagai sosok pemuda yang memberikan makna tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB). Banyak upaya yang dilakukan Kang Ujro dalam membentuk rupa KBB terutama kiprahnya dalam pembinaan generasi muda, seperti yang bisa dilihat saat ini.

Dalam kaitan proses pembangunan kemasyarakatan, Kang Ujro dinilai cukup greget, bersemangat, peduli, dan memiliki daya juang serta sanggup bekerja keras, sehingga KBB bisa pentas di fora regional dan nasional. Hal inilah yang dapat mendorong masyarakat untuk memiliki rasa cinta, citra, serta bangga terhadap daerahnya.

Kang Ujro, tahu persis tentang kondisi riil KBB, karena ia banyak berkecimpung sejak  pertama berdiri KBB sampai sekarang, termasuk di lingkungan pemerintahan KBB. Apalagi sejak ia menakhodai organisasi kepemudaan, dengan menjabat ketua KNPI Bandung Barat (2009-2016), Ketua MPI KNPI (2017-2020). Ia mampu melakukan adaptasi, evaluasi, dan menggali berbagai problematika; sehingga dengan langkah pasti ia berhasil menata organisasi kepemudaan. Melalui kebijakannya, sedikit demi sedikit problem pemuda bisa teratasi, baik bidang kelembagaan, sumber daya manusia, sistem kerjasama, maupun manajemen.

Begitu pun saat menjadi ketua Karang Taruna KBB (2018-sekarang) dan ketua PBSI (2019- sekarang), strategi kebijakannya dilakukan melalui pendekatan pencerahan, pemberdayaan, dan pengembangan dalam rangka mewujudkan image building yang kondusif untuk mengembangkan daerah. Kang Ujro juga ditempa pengalamannya melalui 14 jabatan penting organisasi, dengan rata-rata menjabat sebagai ketua atau wakil ketua, baik organisasi di lingkungan akademik maupun kemasyarakatan.

Tokoh pemuda kelahiran Cililin 16 Maret 1977 ini masih mengabdikan ilmunya di dunia pendidikan, dengan statusnya sebagai dosen bahkan kini menjabat Wakil Dekan 3 Fakultas Psikologi UIN Bandung, juga menjadi  dosen di sejumlah perguruan tinggi lain. Dia adalah seorang pendidik, ilmu  agamanya mumpuni, ditambah berpengalaman di bidang kepemudaan dan kemasyarakatan. Tidak berlebihan jika sosoknya disebut Kiai Intelek, karena dia pun sangat memuliakan ulama dan dekat dengan pesantren. “Saya yakin, kalau suatu bangsa ingin hebat, maka pesatren harus diperkuat,” timpal Kang Ujro.

Menuju Bursa Calon Bupati KBB

Dengan mengusung konsep pembaharuan, dipadu strategi kepemimpinan yang prorakyat, sosok Kang Ujro ini berpotensi besar untuk menjadi Bupati KBB masa bakti 2024-2029. Dari hasil obrolan dengan Kang Ujro, terungkap asa dan cita menjadi pemimpin KBB tidak sekadar dilandasi semangat untuk menjadi Bupati, tetapi juga didukung dengan konsep dan strategi yang mengintegrasikan antara teori dan tantangan yang terjadi di masyarakat. Dengan dipadu konsep integral serta ditunjang pengalaman yang komprehensif, ia bertekad memasuki rimba persaingan bursa Bupati KBB.

Ia mengaku menemukan banyak ruang yang bisa menjadi alur masuk dalam rimba persaingan ini. Apalagi dengan bermunculannya berbagai nada sinis dan kekecewaan sejalan dengan kinerja kepemimpinan masa lalu. Nada sinis lebih tertuju pada representasi publik atas aspirasinya yang cenderung tidak mendapatkan porsi secara maksimal. Dari kenyataan itulah, ia masuk dan menyemangati bursa kepemimpinan KBB, dengan mengemban maksud menjadi representasi khalayak yang sebenan-benarnya.

Menurutnya, sebagai kawasan terbuka dan relatif dekat dengan kawasan jantung negara, Bandung Barat menjadi lahan subur bagi para investor besar. Bandung Barat menjadi wilayah yang nyaman untuk menjadi kawasan residensial. Setahap demi setahap, kemajemukan warga terus dinamis seiring laju urbanisasi yang tak bisa dibendung. Diyakini, KBB ke depan bisa mencapai kemajuan dan perkembangan yang sangat dahsyat. Apalagi jika angka-angka investasi dari dalam dan luar mencapai jumlah yang fantastis, jelas akan menguntungkan dan memungkinkan di sisi pendapatan peningkatan daya beli masyarakat.

“Saya punya semangat yang tidak akan pernah padam, tidak akan merasa puas walau telah mencapai target yang telah ditetapkan. Dinamisasi dan kebaruan telah menjadi dasar bagi saya untuk terjun dalam bursa Bupati Bandung Barat ini. Saya yakin, semua sudah ada Yang Mengatur, kewajiban kita hanya memaksimalkan ikhtiar dan  bersyukur,” ujar Kang Ujro.

 

Bupati Keinginan Masyarakat

Dari hasil telaah empiris terhadap masyarakat, terungkap bahwa harapan mereka tentang sosok Bupati Bandung Barat periode mendatang, adalah yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Bupati ke depan adalah sosok yang menjunjung tinggi kejujuran, mau membenahi sistem, dan rendah hati, serta capaian visi misi yang konkret bukan sekadar jargon.

Menurut Kang Ujro, harapan masyarakat tersebut dapat dipenuhi manakala proses pemilihan Bupati Bandung Barat, yang rencananya akan digelar pada akhir tahun 2024, dapat menghasilkan seorang pemimpin yang representatif. Sosok bupati yang lahir dari ketokohan, yang bisa diterima oleh semua pihak, dengan indikator antara lain:

  1. Merasa milik semua pihak, bukan golongan
  2. Melayani semua rakyat, tidak memprioritaskan siapa yang memilihnya;
  3. Selalu berada di tengah-tengah masyarakat;
  4. Mendahulukan kepentingan masyarakat, daripada kepentingan pribadi;
  5. Memberikan contoh teladan/menjadi panutan masyarakat;
  6. Peka terhadap persoalan yang menimpa masyarakat;
  7. Terbuka untuk dikritik dan menerima masukan dari semua pihak.

Sebagai representasi masyarakat, kata Kang Ujro, Bupati adalah  pemimpin yang memiliki kemampuan untuk berjalan bersama-sama dengan rakyatnya menuju tujuan bersama. Dia pemimpin yang tidak punya jarak dengan yang dipimpinnya, dan senantiasa memelihara agar sikap dan perbuatannya tidak mengakibatkan jarak di antara mereka.(nanang sungkawa)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *